Daftar 7 Bangunan Keajaiban Dunia Baru Yang Diakui UNESCO

7 keajaiban dunia

Dunia yang menjadi tempat kita berpijak ini memiliki banyak tempat yang sangat menakjubkan. Terdapat tujuh buah tempat yang disebut sebagai 7 keajaiban dunia baru. Tempat yang terpilih merupakan tempat-tempat yang unik di dunia.

Keajaiban dunia dapat berupa tempat-tempat alam ataupun bangunan struktur yang dibangun oleh manusia sendiri. Antipater Sidon, sekitar 140 SM, mempunyai jasa sebagai pencetus dari Tujuh Keajaiban Dunia ini. Walaupun disebut dengan istilah Tujuh Keajaiban Dunia, bukan berarti tidak ada keajaiban-keajaiban dunia lainnya.

Begitu banyak daftar mengenai keajaiban dunia yang disusun dari dulu hingga saat ini. Angka tujuh menjadi angka terpilih untuk keajaiban dunia dikarenakan bangsa Yunani mempercayai bahwa angka tersebut merupakan angka yang sempurna.

Karena penduduk dunia berjumlah sangat banyak serta perkembangan ilmu dan teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu, tentu setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing mengenai tempat atau bangunan yang pantas disebut sebagai keajaiban dunia. Semakin lama, semakin banyak tempat yang pantas dijadikan sebagai keajaiban dunia.

Hal ini menjadikan terbentuknya pengelompokan Tujuh Keajaiban Dunia dalam beberapa kelompok antara lain Keajaiban Dunia Kuno, Keajaiban Dunia Pertengahan, Keajaiban Dunia Alami, Keajaiban Dunia Bawah Air, Keajaiban Dunia Modern dan Keajaiban Dunia Baru.

Lihat Juga : “[Update] Calendar of Event Wonderful Indonesia 2020

Pada tahun 2007, sebuah organisasi dengan sebutan 7 Wonders Foundation secara resmi merilis New 7 Wonders of The World dimana Tujuh Keajaiban Dunia Baru yang terpilih didapatkan melalui hasil pemungutan suara terhadap 100 juta orang lebih dari penjuru dunia mengenai situs-situs penting dan bangunan-bangunan penting peninggalan sejarah. Berikut daftar destinasinya:

Pyramid at Chichen Itza, Meksiko

Pyramid itza Meksiko

Chichen Itza adalah piramida peninggalan suku Maya yang terletak di Amerika Latin. Bangunan ini sudah termasuk di dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO setelah ditemukan pada tahun 1841. Situs yang menjadi pusat pemerintahan serta ekonomi kebudayaan Maya ini masih memiliki penampilan yang terawat baik meskipun dibangun sekitar 800 SM.

Jika diterjemahkan, Chichen Itza itu sendiri memili arti “di bibir mata air rakyat” yang merujuk pada Semenanjung Yucatan. Semenanjung Yucata terkenal dengan sungai bawah lautnya dan lubang pembuangan air tawar terbuka yang disebut cenote. Air merupakan sumber kehidupan yang menjadi salah satu faktor kesuksesan Maya sebelum akhirnya menghilang secara misterius.

Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi ini adalah pagi hari sebelum penumpang kapal pesiar dari Cancun berdatangan. Namun banyak turis yang datang saat musim gugur dan musim semi karena pemandangan kabut di tempat ini dinilai lebih indah.

Colloseum, Italia

Colleseum

Colloseum merupakan amfiteater bergaya Romawi yang menjadi ikon kota Roma. Penamaan gedung ini diambil dari sebuah patung dengan tinggi 40 m yang bernama Colosus, dibangun sebagai perumpamaan dari Dewa Matahari.

Bangunan yang dulunya memiliki sejarah kelam sebagai tempat pembantaian berdarah ini, konon dapat memuat 50.000 hingga 80.000 orang dalam pertandingan gladiator hingga pertunjukan drama. Bangunan ini terlihat seperti stadion, mulai dibangun oleh Kaisar Vesparian sekitar 70 M dan selesai pada 80 M pada masa pemerintahan Titus, puteranya.

Colloseum memiliki tinggi 48 m, panjang 188 m dan lebar 156 m yang jika dihitung, luasnya mencapai 2.5 hektar. Bagian dari Colloseum banyak yang hancur karena mengalami gempa bumi, kebakaran hingga penjajahan. Walaupun begitu, hingga saat ini, Colloseum masih menjadi contoh gedung pertunjukan terbaik di dunia dari segi arsitektur hingga kualitas tata suaranya.

Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi ini adalah musim dingin, dimana saat itu turis di Roma terbilang sepi.

Lihat Juga : “Paket dan Jasa Outbound di Medan untuk Perusahaan dan Umum

Taj Mahal, India

Taj Mahal

Taj Mahal merupakan bangunan simbol cinta yang dibangun oleh Kaisar Shah Jahan sebagai makam bagi istrinya Mumtaz Mahal yang pada masa itu meninggal saat melahirkan. Setelah kehilangan kekasih hidupnya, Kaisar Shah Jahan memerintahkan sekitar 20.000 pekerja dan 1000 ekor gajah untuk membangun gedung ini.

Pembangunan dimulai pada tahun 1631 dan selesai pada tahun 1648 di Agra, negara bagian Uttar Pradesh. Selain sebagai makam, bangunan berbahan dasar marmer putih ini juga berfungsi sebagai Masjid.

Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi ini adalah akhir musim semi, awal musim panas atau sekitar bulan November hingga Februari.

Machu Picchu, Peru

Maccu pichu

Machu Picchu dianggap sebagai destinasi yang paling sulit dijangkau di seluruh daftar tujuh keajaiban dunia. Destinasi yang dibangun 7000 kaki di atas permukaan laut ini, merupakan peninggalan kebudayaan Inca yang dibangun pada tahun 1450-1460an, terlihat indah dengan arsitektur bahan-bahan alami serta dinding dan terasnya yang terbentuk dari potongan-potongan batu.

Machu Picchu merupakan pemukiman Inka-Kolombia yang masih bertahan, yang dapat dijangkau setelah mendaki Pegunungan Andes. Waktu terbaik untuk mengunjungi destinais ini adalah saat musim kemarau sekitar bulan April hingga Oktober.

Great Wall, China

Great Wall

Great Wall dikenal sebagai bangunan terpanjang di dunia dengan panjang sekitar 8852 km yang melintasi sembilan provinsi. Dinding ini dibangun pada 220 SM hingga 1644, merupakan simbol nasional Tiongkok yang berfungsi sebagai penghalau penyerbu ke Utara, keluar dari China.

Great Wall menjadi contoh dari gabungan arsitektur, teknologi dan seni dari China Kuno. Desain dinding yang dibangun melintasi gunung dan perbukitan ini, mengikuti kontur dari perbukitan sehingga bentuknya terlihat berkelok-kelok.

Great Wall dibangun oleh sebanyak 300 ribu pekerja dengan sistem kerja paksa sehingga banyak korban berjatuhan pada saat membangun dinding ini yang akhirnya diberikan julukan “Pemakan Terpanjang di Dunia”

Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi ini adalah musim semi ataupun musim gugur.

Petra, Yordania

Petra

Kota tua di Petra Yordania merupakan situs arkeolog yang berada di kaki gunung. Situs peninggalan ini diukir di permukaan batu sekitar 300 SM. Pada proses pembuatannya, dilakukan dengan cara memagat dinding, mengukir dan menggali tebing setinggi 40 m.

Pada tahun 1812, situs ini ditemukan oleh Johann Ludwig Burckhardt. Petra merupakan ibukota dari kerajaan Nabatean. Penamaan Petra berasal dari Bahasa Yunani Kuno, “Petros” yang berarti “Batu”. Situs yang terletak di Yordania, antara Laut Mati dan Laut Merah ini dikenal sebagai perhentian kafilah yang mengembara antara Mediteriania dan Timur pada masanya.

Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi ini adalah saat semi ataupun musim gugur.

Lihat juga : “Panduan Itinerary Wisata ke Bali untuk Keluarga Bersama Tour Medan

Christ the Redeemer, Brazil

Brazil

Christ the Redeemer berada di Rio de Janeiro, menjadi simbol kebanggan kota yang berada di puncak Corcovado. Chirst the Redemeer terbuat dari beton bertulang dengan berat 1145 ton atau setara dekan 200 ekor gajah, berlokasi di atas gunung setinggi 710 m.

Patung yang dianggap sebagai monumen buatan manusia terindah di dunia ini, memiliki tinggi 38 m dengan model tangan Yesus yang terlentang/terbuka sebagai simbol kehangatan penduduk Brazil.  Patung ini dibangun oleh Gereja Katolik, melalui ide dari Pedro Mario Boss seorang pendeta dari Vinsensian dengan alasan karena mayoritas penduduk Brazil adalah penganut Agama Katolik.

Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi ini adalah sekitar bulan Desember hingga Februari.

Demikain 7 Keajaiban Dunia Baru, semoga bermanfaat!

3 thoughts on “Daftar 7 Bangunan Keajaiban Dunia Baru Yang Diakui UNESCO

  1. Pingback:Daftar Candi Hindu - Budha di Indonesia Yang Populer

  2. Pingback:Cara Memilih Kamera Untuk Traveling yang Bagus dan Simpel

  3. Pingback:Paket Tour Danau Toba 2 Hari 1 Malam Penawaran Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *