Daftar Candi Hindu Buddha di Indonesia Yang Populer

Candi Prambanan View

Perbedaan mendasar antara Candi Hindu ataupun Candi Buddha di Indonesia dapat terlihat dari fungsi dan bentuknya. Candi Hindu dengan bentuk ramping dan tinggi berfungsi untuk pemakaman raja-raja. Sedangkan Candi Buddha yang melebar digunakan untuk tempat peribadahan umat Buddha.

Candi merupakan bangunan “kuno” peninggalan masa lampau yang terbuat dari batu, berasal dari ajaran agama Hindu dan Buddha. Candi digunakan sebagai tempat beribadah untuk pemujaan dewa-dewa. Selain memiliki kisah atau latar belakang dalam pembangunannya, candi juga memiliki ciri khasnya masing-masing dikarenakan terdapat perbedaan kebudayaan dan kepercayaan setiap kerjaan pada zaman dahulu.

Di Indonesia, kamu dapat menemui banyak sekali candi yang tersebar di berbagai wilayah yang bahkan dikenal luas hingga manca negara. Berikut daftar candi Hindu Buddha di indonesia, yuk disimak!

Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi peninggalan Hindu yang dikenal dengan legenda Roro Jonggrang yang mengisahkan perempuan yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso menjadi candi. Hal itu menjadikan candi ini disebut juga sebagai Candi Roro Jonggrang. Zaman dahulu, Bandung Bondowoso berjuang untuk memperistri seorang puteri bernama Roro Jonggrang. Dengan berusaha memenuhi syarat dari Roro Jonggrang yaitu membuat candi dengan 1000 arca dalam waktu hanya semalam.

Bandung Bondowoso menyanggupi permintaan tersebut dengan bantuan para makhluk halus, yang kemudian membuat Roro Jonggrang takut lalu meminta dayang-dayang istananya untuk menumbuk padi serta membakar jerami di sisi timur yang kemudian membuat para makhlus halus lari ketakutan. Alhasil, hanya 999 arca yang berhasil diselesaikan.

Namun karena mengetahui Roro Jonggrang telah berbuat curang untuk menggagalkan rencananya, Bandung Bondowoso sangat murka lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca yang ke-1000. Candi Prambanan terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini memiliki tiga candi utama di halaman utama yaitu Candi Brahma, Candi Wisnu dan Candi Siwa.

Dilengkapi dengan canding pendamping yaitu Candi Garuda yang berdada di dekat Candi Wisnu. Candi Prambanan digunakan sebagai tempat peribadatan umat Hindu sejak dahulu kala hingga saat ini. Selain itu, saat ini Candi Prambanan lebih dikenal karena menjadi lokasi berbagai event, termasuk event bernama Prambanan Jazz, Ramayanan Ballet dan acara kesenian lainnya.

Baca Juga : “Daftar Tempat Wisata di Sumatera Utara (Sumut) Ditutup Karena Corona

Candi Borobudur

Merupakan candi peninggalan Kerajaan Buddha. Candi Borobudur dikenal sebagai termegah dan candi terbesar di dunia, terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Bangunan ini berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut ajaran Agama Buddha Mahayana pada tahun 824 M (Tahun 746 Saka) pada masa Kerajaan Wangsa Syailendra.

Candi ini dibangun di atas bukit dan dikelilingi oleh Bukit Menoreh yang membentang dari arah timur ke barat. Candi Borobudur mengisahkan perjalanan hidup Sang Buddha beserta ajarannya. Selain itu, melalui 10 relief kapal yang ada, secara tidak langsung Candi Borobudur juga menggambarkan kemajuan masyarakat Jawa pada saat itu.

Sampai saat ini, Candi Borobudur masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat Buddha. Pengunjung dapat menikmati kemegahan candi ini dengan mengitari candi secara keseluruhan melalui pintu masuk di arah timur dan berjalan searah jarum jam.

Candi Dieng

Kompleks Candi Dieng terletak di Kota Wonosobo, Jawa Tengah, tepat di kaki pegunungan Dieng dengan ketinggian 2000 m di atas permukaan laut. Bangunan-bangunan di Komplek ini berasal dari Kerajaan Kalingga yang merupakan tempat berdirinya delapan candi Hindu kecil. Penamaannya diambil dari nama pewayangan. Pewayangan yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Dwarawati, Candi Sembadra, Candi Bima dan Candi Gatotkaca.

Kompleks Candi Dieng menjadi salah satu bangunan keagamaan terua yang masih bertahan di Jawa. Candi ini mayoritas beragama Hindu. Bangunan ini dibangun sejak abad ke-8 oleh Raja-raja Wangsa Sanjaya dan pertama kali ditemukan oleh tentara Inggris pada tahun 1814.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo merupakan sebuah bangunan candi peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra pada abad ke-9 sekitar tahun 927 M. Objek wisata dan Ibadah ini berlokasi di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tepatnya di lereng Gunung Ungaran.

Candi dengan ketinggian sekitar 1200 m di atas permukaan laut ini, tadinya memiliki sembilan bangunan, sesuai namanya, Songo berarti sembilan. Namun, saat ini hanya terdapat lima bangunan candi yang terpisah lokasi-nya. Wisata Candi Gedong Songo ini dilengkapi dengan pemandian air panas mengandung belerang, wisata berkuda hingga perkemahan.

Baca Juga : “Paket Wisata Sabang dari Medan 4 Hari 3 Malam atau Custom

Candi Mendut

Candi yang terletak di Desa Mendut ini, merupakan candi bercorak keagamaan Buddha Mahayana  yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Desa Mendut itu sendiri berlokasi di Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Candi Mendut dipercayai sebagai candi untuk meminta keturunan hingga candi untuk memohon doa atas kesembuhan dari penyakit di masa kerajaan Buddha pada zamannya.

Bangunan ini memiliki tiga patung arca yaknik Cakyamuni, Avalokiteswara, dan Maitreya. Candi Mendut memperlihatkan panel relief yang mengisahkan burung manyar dan kera, kepiting dan Brahmana, burung dan kura-kura serta sejumlah fabel lainnya. Cerita menarik terdapat di Candi Mendut karena keberadaan Makara yang terletak di sebelah kanan tangga, menuju ke dalam candi.

Makara merupakan hewan hybrid mempunyai belalai seperti gajah, mulut seperti kudanil dan tanduk seperti domba. Makara berfungsi sebagai penjaga terdepan dari Candi Mendut. Orang-orang zaman dahulu mempercayai bahwa Makara telah diberikan kekuatan gaib sehingga dapat menangkal aura negatif yang hendak memasuki Candi Mendut.

Di bagian bawah Makara terdapat sebuah arca yang diketahui bernama Gana. Gana merupakan anak buah dari Syiwa yang bertugas untuk menopang bangunan candi dan menopang alam semesta.

Candi Ceto

Candi Ceto merupakan peninggalan dari Kerajaan Hindu. Bangunan ini terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Menurut penganut kepercayaan Kejawen, candi yang didirikan pada akhir masa Kerajaan Majapahit ini digunakan sebagai tempat pertapaan, pemujaan dan tempat ziarah.

Saat ditemukan pada tahun 1928, candi ini berbentuk sebuah reruntuhan dengan 14 teras yang menjang dari barat ke timur. Namun pada tahun 1970, candi ini mengalami pemugaran oleh Humardani, asisten pribadi dari Presiden Soeharto sehingga struktur asli dari candi ini mengalami perubahan.

Baca Juga : “Daftar 7 Bangunan Keajaiban Dunia Baru Yang Diakui UNESCO

Lainnya

Selain beberapa candi di atas, masih ada candi hindu buddha lain di indonesia yang tidak kalah kemegahannya antara lain Candi Ratu Boko di Sleman-Yogyakarta, Candi Ijo di Sleman-Yogyakarta. Candi Plaosan di Klaten-Jawa Tengah, Candi Sewu di Klaten-Jawa Tengah. Candi Tikus di Mojokerto-Jawa Timur, Candi Barong di Prambanan, Candi Sambisari di Sleman-Yogyakarta.

Ada pula Candi Kalasan di Sleman, Yogyakarta, Candi Gunungsari di Magelang-Jawa Tengah, Candi Brahu di Mojokerto-Jawa Timur, Candi Muara Taskus di Kampar-Riau, Candi Jago di Malang-Jawa Timur, Candi Arca Gupolo di Sleman-Yogyakarta, Candi Sukuh di Karanganyar-Jawa Tengah. Candi Penataran di Blitar-Jawa Timur, Candi Cangkuang di Garut-Jawa Barat.

Anda juga dapat mengunjungi Candi Gunung Wukir di Magelang-Jawa Tengah. Candi Jabung di Probolinggo-Jawa Timur, Candi Bahal di Padang Lawas-Sumatera Utara, Candi Muaro Jambi di Muaro Jambi-Jambi. Candi Banyunibo di Sleman-Yogyakarta dan banyak lainnya.

2 thoughts on “Daftar Candi Hindu Buddha di Indonesia Yang Populer

  1. Pingback:Daftar Bandara Terbesar dan Modern di Indonesia Tahun 2020

  2. Pingback:Paket Wisata Berastagi, Durasi dan Budget Sesuai Keinginan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *