Festival Budaya Indonesia yang Menarik Bagi Dunia

sapi amdura

Keberagaman suku dan budaya di Indonesia menjadikan negara ini berlimpah akan kegiatan-kegiatan budaya yang sangat beragam. Setiap wilayah yang tersebar di 34 provinsi memiliki tradisi khas yang dilakukan setiap tahunnya. Tradisi-tradisi yang diselenggarakan tersebut tidak jarang menjadi daya tarik masyarakat dunia. Nah, Festival budaya apa saja yang ada di Indonesia?

Festival Danau Toba, Sumatera Utara

Festival Danau Toba merupakan event yang konon bernama Pesta Danau Toba dan digelar sejak tahun 1980-an. Sejak 2011, event ini berubah nama menjadi Festival Danau Toba, dimana event ini berisikan kegiatan budaya, pariwisata dan olahraga.

Pelaksanaan Festival Danau Toba diselenggarakan secara bergantian di Kabupaten kawasan Danau Toba setiap tahunnya. Atraksi budaya yang dapat ditemui di Festival Danau Toba antara lain Solu Bolon, Musik Batak Toba, Sigale-gale Khas Danau Toba, Tari Tor-Tor Sawan, Pameran Ulos dan lain sebagainya.

Cap Go Meh, Singkawang

Festival budaya Indonesia selanjunya adalah Cap Go Meh. Cap Go Meh di Singkawang termasuk salah satu event dalam Top 100 Calendar of Event (CoE) oleh Kementerian Pariwisata. Festival yang identik dengan perayaan akhir dari Hari Raya Imlek ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi seperti seni dan budaya, live musik, tatung, expo Cap Go Meh, 12 naga dan lain sebagainya.

Parade Tatung Dayak-Tionghoa merupakan atraksi yang paling ditunggu-tunggu dalam festival ini. Tatung merupakan orang yang terpilih untuk kerasukan roh baik yang mampu menangkan roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Tatung akan diarak keliling Singkawang dalam keadaan tidak sadar sembari melakukan berbagai atraksi yang di luar nalar manusia.  Atraksi seperti menusuk benda tajam ke tubuh sendiri tanpa merasakan sakit.

Baca Juga : “Tips Cara Menghemat Baterai Smartphone Saat Traveling Jauh

Festival Lembah Baliem, Papua

Festival Lembah Baliem merupakan festival budaya Indonesia lainnya yang sangat terkenal hingga mancanegara. Awalnya, Festival Lembah Baliem merupakan kegiatan perang antarsuku Dani, Lani dan suku Yali sebagai lambang kesejahteraan. Festival ini diselenggarakan setiap bulan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yaitu bulan Agustus selama tiga hari lamanya.

Festival ini diawali dengan skenario yang sudah dirancang seperti pembunuhan anak suku, penculikan warga, ataupun penyerbuan ladang. Skenario ini ditandai sebagai pemicu perang yang menyebabkan suku lainnya harus membalaskan dendam sehingga melakukan penyerbuan.

Selain itu, Festival Lembah Baliem dimeriahkan dengan Pesta Babi disertai tari dan musik tradisional khas Papua. Para pengunjung yang menghadiri festival ini memiliki kesempatan untuk mempelajari beragam tradisi dari suku-suku langka di pedalaman Papua Barat.

Festival Danau Sentani, Papua

Festival pariwisata tahunan di sekitar Danau Sentani yang dinamakan Festival Danau Sentani telah diselenggarakan sejak 2007. Acara di Danau Sentani ini yang dilakukan selama 5 hari ini dilaksanakan di pertengahan tahun, bulan Juni, setiap tahunnya.

Festival ini dimeriahkan oleh kegiatan adat khas Papua seperti tari-tarian adat di atas perahu, tarian perang, penobatan Ondoafi hingga pameran kuliner. Festival Danau Sentani menjadi bukti pemelihaaan persatuan dan kesatuan antar suku, ras dan agama.

Jember Fashion Carnaval (JFC)

Event yang akrab disebut JFC ini merupakan event karnaval busana berskala internasional yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur setiap tahunnya. Dalam karnaval ini, kamu akan menemui  pameran busana dengan berbagai tema yang beragam.

JFC digagas oleh Dynand Fariz yang merupakan pendiri JFC Center dan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur dengan dukungan langsung dari Presiden RI. Jalan utama Kota Jember menjadi area yang digunakan untuk JFC dimana mayoritas pengikutnya adalah masyarakat Jember. Kegiatan yang diadakan di JFC meliputi Artwear Carnival, Waci, Kids Carnival dan Grand Carnival.

Dieng Culture Festival (DCF)

Dieng Culture Festical atau DFC merupakan event budaya yang merupakan acara khas dari penduduk Dataran Tinggi Dieng yang dilakukan rutin setiap tahunnya. Event ini mrnampilkan berbagai jenis kegiatan yang bertemakan kesenian dan kebudayaan di Dieng. Acara adat yang menjadikan event ini unik adalah pemotongan rambut gimal anak-anak Dieng dimana panggilan ini harus dipenuhi.

Tidak hanya kegiatan seni dan budaya, event ini juga menyediakan acara lainnya berupa festival film Dieng, pesta pelepasan lampion, pesta kembang api, Jazz di atas awan dan lainnya. DFC pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010, dan hingga saat ini, DFC berhasil menyatukan budaya dan wahana wisata alam di tengah-tengah masyarakat Dieng.

Baca Juga : “Tradisi dan Kegiatan Menarik Saat Bulan Suci Ramadhan di Medan”

Festival Tabuik, Pariaman

Festival Tabuik khas Pariaman telah berlangsung sejak abad ke-19 Masehi, dimana festival ini merupakan bagian dari peringatan hari wahatnya cucu Nabi Muhammad Saw, Hussein bin Ali pada tanggal 10 Muharram. Beberapa ritual unik yang dapat ditemui di festival ini antara lain Maambiak Tanah yaitu mengambil tanah dari sungai, Manabang Batang Pisang yaitu menebang batang pisang.

Maatam yaitu ritual personifikasi membawa jari-jari Hussein bin Ali sambil menangis mengelilingi daraga. Maarak Jari-jari yaitu mengarak simbolisasi jari-jari milik Hussi bin Ali yang terputus di tengah-tengah kota, Maarak Saroban yaitu mengarak sorban. Tabuk Naiak Pangkek atau Tabuik Naik Pangkak yaitu prosesi pemasangan bagian atas dari tabuik, dan Hoyak Tabuik yaitu membuang tabuik ke laut sebagai simbol selesainya sengketan dan perselisihan di masyarakat.

Tabuik diambil dari Bahasa Arab yaitu “tabut” yang berarti peti kayu. Festival Tabuik terdiri dari dua macam, yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Surabang dimana keduanya berasal dari Pariaman namun beda wilayah. Tabuik Pasa merupakan wilayah sisi selatan dari sungai yang membelah Kota Pariaman hingga ke Pantai Gandoriah. Sedangkan Tabuik Surabang merupakan wilayah sisi utara yang dikenal sebagai Kampung Jawa.

Festival Rambu Solok, Tana Toraja

Rambu Solok merupakan festival kematian unik ala Tana Toraja yang dilakukan selama 8 hingga 9 malam oleh seluruh kerabat guna mengantar kerabat yang telah meninggal. Masyarakat Tana Toraja mempercayai bawa roh dari kerabat yang telah berpulang belum benar-benar pergi sebelum digenapi dengan upacara Rambu Solok.

Pada upacara ini, jenazah dari kerabat yang telah meninggal masih diperlukan seperti orang hidup ditandai dengan jenazah yang dibaringkan di tempat tidur, dihidangkan makanan dan minuman bahkan diajak berbicara.

Tradisi Pasola, NTT

Tradisi Pasola merupakan permainan perang tradisional antar dua kelompok ‘pasukan berkuda’ yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebudah padang savanna. Festival ini merupakan bagian dari upacara tradisional dari agama Merapu (agam lokal suku Sumba) yang diadakan setiap tahunnya secara bergilir di empat kampung yaitu Kodi, Lamboya, Gaura dan Wonokaka.

Tradisi Pasola selalu diawali dengan upacara Adat Nyale sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang telah didapatkan. Acara ditandai dengan kedatangan musim panen dan cacing laut (Nyale) yang keluar di pinggiran pantai.

Festival Lompat Batu, Nias

Festival Lompat Batu yang dinamai Fahombo atau Hombo Batu merupakan olahraga khas dari suku Nias. Hombo Batu dilakukan oleh pemuda Nias yang harus melompati susunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan kurang lebih 40 cm. Tradisi ini bertujuan memperlihatkan apakah mereka sudah pantas dianggap dewasa secara fisik. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk menguji ketangkasan dan kejantanan para pemuda dalam membentuk karakter yang kuat dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga : “Jadwal Imsak & Buka Puasa Kota Medan Ramadhan 2020

Festival Karapan Sapi, Madura

Karapan Sapi merupakan acara khas masyarakat Madura setiap tahunnya dengan perlombaan pacuan sapi sebagai simbol prestise. Festival ini mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura. Ada dua macam perayaan Karapan Sapi yaitu Presiden Cup dan Bupati Cup, dimana Bupati Cup biasanya diselenggarakan dua kali dalam setahun.

Para pemenang Karapan Sapi di Bupati Cup akan melanjutkan pertarungan di Presiden Cup. Rute lintasan yang dilewati saat melangsungkan Karapan Sapi ini sekitar 180 hingga 200 meter dan biasanya dapat ditempuh dalam waktu 14 hingga 18 detik.

Grebeg Maulud, Yogyakarta

Grebeg merupakan upacara tahunan masyarakat Yogyakarta yang pertama kali dikenalkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I. Acara ini bertujuan menyebarkan dan melindungi agama Islam. Salah satu bagian dari Grebeg ialah Grebeg Maulud.

Kegiatan ini diadakan setiap tanggal 12 Bulan Maulud (Rabiulawal) untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Grebeg Maulud ditandai dengan dua perangkat gamelan sekaten milik Keraton yang dibunyikan selama 7 hari dan diakhiri dengan acara puncak pembacaan Risalah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Pengulu Keraton.

Demikian artikel festival budaya Indonesia, semoga bermanfaat.

One thought on “Festival Budaya Indonesia yang Menarik Bagi Dunia

  1. Pingback:Objek Wisata di Pulau Nias yang Wajib Anda Kunjungi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *