Tradisi Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia

Sid Balachandran

Lebaran merupakan Hari Raya umat Islam yang dirayakan setiap tahunnya, baik Hari Raya Idul Fitri ataupun Hari Raya Idul Adha. Lebaran merupakan hari dimana umat Islam di Indonesia telah menyelesaikan kewajiban melakukan puasa dalam bulan Ramadha, atau sering disebut dengan hari kemenangan. Untuk menyambut hari kemenangan ini, umat Islam di berbagai daerah di Indonesia melakukan tradisi yang beragam. Berikut beberapa tradisi lebaran dari berbagai daerah di Indonesia versi tripjuara.id, yang mana kotamu?

Festival Meriam Karbit di Pontianak

Meriam Karbit pemkot.pontianak
Instagram @pemkot.pontianak

Festival Meriam Karbit merupakan tradisi yang sudah dilakukan 200 tahun lamanya. Sebelumnya, masyarakat akan mempersiapkan meriam yang terbuat dari bambu yang besar, lalu meletakkannya di pinggiran sungai Kapuas.

Saat menjelang malam takbiran, masyarakat Pontianak akan berkumpul di pinggiran Sungai Kapuas untuk menyalakan Meriam-meriam yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sebagai tanda penyambutan hari kemenangan.

Grebeg Syawal di Yogyakarta

Grebeg Syawal by danu.ds
Instagram @danu.ds

Grebeg Syawal merupakan salah satu tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat Yogyakarta dalam menyambut momen satu Syawal. Kegiatan ini berupa upacara adat keraton Ngayogyakarta Hadiningrat . Upacara adat yang dilangsungkan di sekitaran Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta ini dilakukan setiap 1 Syawal penanggalan Hijriyah dimana hari ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, tepat setelah sholat Idul Fitri berjama’ah selesai dilakukan.

Upacara ini diawali dengan arak-arakan hasil bumi yang tersusun rapi berbentuk kerucut mulai dari Pagelaran Keraton hingga tiba di Masjid Agung Kauman. Lalu akan diadakan pelepasan Gunungan Lanang yang akan diperebutkan oleh masyarakat yang turut memeriahkan acara ini.

Baca Juga : “10 Bali Baru Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Tumbilotothe di Gorontalo

Tumbilotothe by ichal23_
Instagram @ichal23_

Berbeda dengan Yogyakarta, dalam rangka penyambutan 1 Syawal, masyarakat Gorontalo melakukan tradisi bernama Tumbilotothe dimana kegiatan ini merupakan perayaan dengan pemasangan lampu berbahan minyak tanah di halaman rumah masyarakat setempat dan di jalanan menuju Masjid sebagai tanda berakhirnya Ramadhan.

Biasanya, kegiatan ini dilangsungkan pada 3 malam terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan saat pelaksanaannya akan dimeriahkan dengan suara meriam dari bamboo dan tabuhan bedug.

Tellasan Topak  di Madura

Tellasan Topak by tjientjien_76
Instagram @tjientjien_76

Tellasan Topak merupakan tradisi yang dilangsungkan masyarakat Madura di puncak perayaan Idul Fitri, atau sering disebut Lebaran Ketupat. Tradisi ini dilakukan dengan beragam tradisi lainnya, salah satunya Pawai Dokar Hias.

Kegiatan ini dilangsungkan sebagai bukti rasa syukur umat Islam Madura yang telah selesai menjalankan ibadah puasa Sunnah  Selma enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Bedulang di Bangka Belitung

Bedulang by Ayuseptiani39
Instagram @Ayuseptiani39

Setelah selesai bersilaturahmi dan bermaaf-maafan di hari lebaran, masyarakat Bangka Belitung akan melakukan makan begara atau makan bersama dengan menggunakan tudung saji yang sering disebut tudung bedulang.

Kegiatan makan bagara ini harus dilakukan menggunakan tangan, dengan aturan keluarga yang paling tua harus lebih dulu mencuci tangan dilanjutkan hingga yang paling muda.

Perang Topat di Lombok

Perang Topat by gerryarfanata
Instagram @gerryarfanata

Perang Topat atau Perang Ketupat dilakukan oleh masyarakat Lombok dalam mempererat hubungan antara umat beragama. Kegiatan ini dilakukan oleh suku Sasak, yang merupakan suku asli dari Lombok saat hari ke-6 lebaran.

Bermula dari mengarak hasil bumi, kegiatan ini dilanjutkan dengan saling melempar ketupat yang dipercaya mampu mengabulkan doa dan permohonan mereka.

Binarundak di Sulawesi Utara

Binarundak by gnwn.kdngkng
Instagram @gnwn.kdngkng

Binarundak merupakan kegiatab membakar lalu memakan nasi jaha saat lebaran. Binarundak itu sendiri merupakan salah satu makanan khas dari wilayah Bolaang Mongodow Raya di Sulawesi Utara.

Baca Juga : “[Update] Calendar of Event Wonderful Indonesia 2020

Bakar Ilo Sanggari di NTB

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), masyarakat melakukan penyambutan Hari Raya Idul Fitri dengan cara membakar Ilo Sanggari. Pembuatan Ilo Sanggari dilakukan dengan melilit bambu dengan kain yang telah diberikan minyak biji jarak pagar. Ilo Sanggari yang sudah jadi kemudian dipasang di beberapa titik dekat rumah, biasanya di halaman depan ataupun pagar agar lebih terlihat keindahannya.

Pukul Sapu di Maluku

Pukul Sapu by eddwinsarus
Instagram @eddwinsarus

Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Maluku ini dilangsungkan setiap kali melakukan penyambutan Idul Fitri, dimana kegiatan ini berlangsung setiap Tujuh Syawal (Penanggalan dalam Islam). Tradisi ini telah dilangsungkan sejak abad XVII bermula dari seorang tokoh agama Islam bernama Imam Tuni dari Maluku. Konon, tradisi ini dipertunjukkan sebagai pesta perayaan atas berhasilnya pembangunan masjid yang selesai dibangun pada Tujuh Syawal setelah Idul Fitri.

Ngejot di Bali

Ngejot by ngejot
Instagram @ngejot

Umat Islam Bali melakukan tradisi Ngejot dalam penyambutan Idul Fitri, dimana dalam tradisi ini, umat Islam Bali akan membagikan makanan, minuman dan buah-buahan kepada tetangganya sebagai ungkapan rasa terima kasih dan bukti kekerabatan tanpa memandang latar belakang agama.

Kegiatan ini dilakukan di Denpasar Selatan, tepatnya di Kampung Islam Kepaon atau di Muslik Pegayaman, Kabupaten Buleleng. Selain itu, tradisi Ngejot juga biasanya dilakukan oleh umat Hindu di hari besar Hindu, seperti Galungan atau Kuningan.

Mudik & Berbagi THR

Mudik merupakan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh perantau untuk kembali ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak keluarga. Momen lebaran merupakan hari yang pas untuk melakukan tradisi ini.

Saat berkumpul dengan keluarga, momen lebaran juga dilengkapi dengan berbagi THR, dimana keluarga yang lebih tua atau sudah memiliki pekerjaan akan membagikan uang kepada anggota keluarga lainnya.

Ketupat & Hidangan Lebaran

Ketupat atau sering disebut Kupat merupakan hidangan khas yang pastinya akan disediakan saat lebaran. Hari Raya Idul Fitri tidak pernah lepas dari makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa ini.

Ketupat memiliki filosofi tersendiri sehingga memiliki makna lebih saat lebaran berdasarkan namanya sendiri, “ku” yang berarti ngaku (mengaku) dan “pat” yang berarti lepat (kesalahan) dimana di Hari Raya Idul Fitri ini, masyarakat mampu mengakui kesalahan yang sudah dilakukannya setahun silam. Selain ketupat, makanan yang biasanya dihidangkan di hari lebaran antara lain Opor Ayam, Rendang, Semur, Sambal Goreng, Gulai Sayur dan lainnya.

Baca Juga : “Tempat Wisata Religi Berbagai Agama di Kota Medan

Halal Bi Halal

Halal Bi Halal merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antara sesama manusia. Tradisi ini bermakna silaturahmi dan saling memaafkan yang merupakan risalah Islam.

Kegiatan yang dilakukan untuk menyambut Idul Fitri ini, dapat juga menjadi sebuah kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang pernah ada serta menyambungkan kembali hubungan yang sempat terputus. Halal Bi Halal menjadi kesempatan untuk membersihkan diri dari segala kesalahan, membersihkan hati dari rasa benci serta memupuk rasa kepeduliaan dan kebersamaan.

Takbiran Keliling

Takbiran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia dengan mengucapkan kalimat takbir secara bersama-sama, kegiatan ini dilakukan saat malam hari jelang penyambutan datangnya Hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Adha.

Tradisi Takbiran biasanya dilakukan sambal berkeliling kota oleh masyarakat setempat mulai dari anak-anak hingga dewasa. Biasanya, takbiran dimeriahkan oleh anak-anak yang membawa obor ataupun kentongan.

4 thoughts on “Tradisi Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia

  1. Pingback:Tradisi dan Kegiatan Menarik Saat Bulan Suci Ramadhan di Medan

  2. Pingback:Jadwal Buka Puasa Medan dan Sekitarnya 1441 H / 2020 M

  3. Pingback:Jadwal Imsak & Buka Puasa Kota Medan Ramadhan 2020

  4. Pingback:Tradisi Ramadhan dan Kegiatan Menarik Saat Bulan Suci di Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *